
Kamis, 21 Mei 2026
Ruang PMB
GKM Fakultas dan GPM Prodi
Dokumentasi kegiatan Upgrading GKM dan GPM di lingkungan Universitas Perjuangan Tasikmalaya.
Peserta kegiatan yang terdiri dari GKM Fakultas dan GPM Program Studi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang membahas penguatan peran GPM dan GKM dalam sistem penjaminan mutu.
Kasubag SPMI dan AMI LP3M Universitas Perjuangan Tasikmalaya.
Kasubag Akreditasi LP3M Universitas Perjuangan Tasikmalaya.
Kasubag Pengembangan Pembelajaran LP3M Universitas Perjuangan Tasikmalaya.
Dalam upaya memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal atau SPMI dan meningkatkan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi, LP3M Universitas Perjuangan Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Upgrading Gugus Kendali Mutu atau GKM dan Gugus Penjaminan Mutu atau GPM pada hari Kamis, 21 Mei 2026 di Ruang PMB.
Kegiatan upgrading GKM dan GPM dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di lingkungan Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman terkait budaya mutu, pelaksanaan siklus PPEPP, monitoring dan evaluasi, Audit Mutu Internal, serta penyusunan dokumen mutu dan akreditasi.
Dalam sambutannya, pimpinan universitas yang diwakili oleh Wakil Rektor I menyampaikan bahwa peran GKM dan GPM sangat strategis dalam menjaga kualitas penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan upgrading ini, diharapkan seluruh pengelola mutu memiliki pemahaman yang sama terkait standar mutu, pelaksanaan Audit Mutu Internal, penyusunan dokumen mutu, hingga tindak lanjut hasil evaluasi.
Kegiatan diawali dengan penyampaian gambaran umum mengenai arah kebijakan penjaminan mutu di Universitas Perjuangan Tasikmalaya oleh Kepala LP3M, yaitu Dwi Wijayanti, M.Si., Ph.D. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara LP3M, GKM, dan GPM dalam membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan serta mendukung peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi.
Selain itu, disampaikan pula bahwa penguatan budaya mutu tidak hanya menjadi tanggung jawab LP3M, tetapi harus menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, GKM dan GPM memiliki peran penting sebagai penggerak mutu di tingkat fakultas dan program studi.
Materi berikutnya disampaikan oleh Kasubag SPMI dan AMI, yaitu apt. Nitya Nurul Fadilah, M.Farm., mengenai Peran GKM dan GPM dalam Implementasi SPMI dan Audit Mutu Internal. Dalam sesi tersebut dijelaskan pentingnya pelaksanaan siklus PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar sebagai dasar implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal.
Peserta juga diberikan pemahaman terkait mekanisme Audit Mutu Internal, penyusunan dokumen mutu, hingga tindak lanjut hasil audit sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Materi ini menjadi penguatan penting bagi GKM dan GPM dalam menjalankan fungsi penjaminan mutu di unit masing-masing.
Selanjutnya, materi tentang Peran GKM dan GPM dalam Akreditasi disampaikan oleh Kasubag Akreditasi, yaitu Nita Fauziah Oktaviani, M.M. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa GKM dan GPM memiliki peran strategis dalam mendukung proses akreditasi program studi maupun institusi, khususnya dalam pengelolaan data, kelengkapan dokumen pendukung, monitoring capaian indikator kinerja, serta penyusunan laporan evaluasi diri.
Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya kesiapan data dan dokumen secara berkelanjutan sebagai bagian dari budaya mutu. Dengan demikian, proses akreditasi tidak hanya dipahami sebagai kegiatan administratif, tetapi sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu institusi.
Pada sesi terakhir, Kasubag Pengembangan Pembelajaran, Deni Chandra, M.Pd., menyampaikan materi mengenai Peran GKM dan GPM dalam Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran. Materi ini menitikberatkan pada pentingnya monitoring dan evaluasi proses pembelajaran sebagai upaya menjaga kualitas akademik. Dalam hal ini, GKM dan GPM berperan sebagai verifikator dalam penjaminan mutu di bidang akademik.
Kegiatan upgrading berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengelola mutu di lingkungan Universitas Perjuangan Tasikmalaya memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran dan fungsi GKM serta GPM dalam mendukung implementasi mutu, akreditasi, dan peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Perjuangan Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang unggul melalui penguatan sistem penjaminan mutu internal yang terintegrasi dan berkelanjutan.