Penyamaan Persepsi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)

Berita LP3M

Penyamaan Persepsi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)

Membangun Kesamaan Persepsi dalam Meningkatkan Kesiapan Akreditasi Program Studi

Hari / Tanggal

08–10 Juni 2026

Tempat

Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Peserta

Pimpinan Fakultas, Ketua Program Studi, GKM dan GPM

Pembukaan kegiatan Penyamaan Persepsi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Penyampaian materi mengenai kebijakan terbaru akreditasi program studi.

Peserta mengikuti sesi pemetaan Lembaga Akreditasi Mandiri berdasarkan rumpun ilmu.

Diskusi interaktif mengenai strategi penyusunan dokumen akreditasi berbasis evidence.

Foto bersama seluruh peserta kegiatan Penyamaan Persepsi Lembaga Akreditasi Mandiri.

Tasikmalaya, 08–10 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapan menghadapi proses akreditasi program studi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) menyelenggarakan kegiatan Penyamaan Persepsi Lembaga Akreditasi Mandiri yang diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, Gugus Kendali Mutu (GKM), dan Gugus Penjaminan Mutu (GPM).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen LP3M dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta meningkatkan kualitas pengelolaan dokumen akreditasi di seluruh unit akademik. Mengingat adanya berbagai Lembaga Akreditasi Mandiri yang menaungi bidang ilmu tertentu, diperlukan kesamaan pemahaman mengenai instrumen, kriteria, mekanisme penilaian, serta strategi pemenuhan standar yang ditetapkan oleh masing-masing LAM.

"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta memiliki persepsi yang sama mengenai kebijakan dan instrumen akreditasi terbaru sehingga proses penyusunan dokumen, pengumpulan data pendukung, serta implementasi sistem penjaminan mutu dapat berjalan lebih efektif dan terarah."

Dalam sambutannya, Ketua LP3M menyampaikan bahwa akreditasi tidak hanya menjadi tanggung jawab program studi, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara fakultas, program studi, GKM, dan GPM menjadi faktor penting dalam memastikan terpenuhinya standar mutu yang berkelanjutan.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup kebijakan terkini terkait akreditasi program studi, pemetaan Lembaga Akreditasi Mandiri berdasarkan rumpun ilmu, strategi penyusunan dokumen akreditasi, pengelolaan data pendukung berbasis bukti (evidence based), serta peran GKM dan GPM dalam mendukung budaya mutu di tingkat fakultas dan program studi.

Fokus Materi Kegiatan

  • Kebijakan terbaru mengenai akreditasi program studi.
  • Pemetaan Lembaga Akreditasi Mandiri berdasarkan rumpun ilmu.
  • Strategi penyusunan dokumen akreditasi.
  • Pengelolaan data pendukung berbasis bukti (Evidence Based).
  • Peran GKM dan GPM dalam mendukung budaya mutu.

Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai kendala dan pengalaman yang dihadapi dalam proses akreditasi. Melalui forum ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan akreditasi maupun reakreditasi program studi.

Kegiatan penyamaan persepsi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun keselarasan pemahaman antarunit, memperkuat koordinasi pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta meningkatkan kesiapan fakultas dan program studi dalam menghadapi proses akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri. Dengan adanya komitmen bersama terhadap peningkatan mutu, diharapkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi semakin meningkat dan mampu mendukung pencapaian visi serta misi universitas secara berkelanjutan.

```